Liburan Keluarga di Kuala Lumpur Menikmati Indahnya Kota Bersama Si Jagoan
Liburan kali ini menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidup kami. Setelah sekian lama disibukkan oleh rutinitas dan pekerjaan, akhirnya keluarga kecil kami bisa menikmati waktu bersama di luar negeri tepatnya di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aku, Ulil Bang Arab, bersama istriku tercinta Cut Putri Sarah, dan dua buah hati kami Muhammad Fatih, sang jagoan kecil yang kini sudah tumbuh besar, serta adiknya yang manis, Nurfitriyah memulai petualangan penuh kebahagiaan di kota modern yang penuh pesona ini.
Sejak kami tiba di Kuala Lumpur, Fatih terlihat sangat antusias. Bocah itu memang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu semangat melihat hal-hal baru. Dari dalam mobil, matanya tak lepas menatap keluar jendela, mengagumi pemandangan gedung-gedung tinggi dan besar yang menjulang di antara langit kota.
“Wah, Papa , itu gedungnya tinggi banget! Kayak nyentuh langit!” seru Fatih dengan mata berbinar.
Aku tersenyum sambil menatapnya lewat kaca spion. “Itu Menara Petronas, Abang fatih. Salah satu ikon Kuala Lumpur yang terkenal di seluruh dunia.”
Di sampingnya, Nurfitriyah ikut tertawa kecil, wajahnya ceria sambil memegang boneka kesayangannya. Ia memang belum sebesar kakaknya, tapi semangatnya tak kalah menyala untuk menjelajah kota ini bersama kami.
Di sepanjang perjalanan, kami melewati jalan-jalan besar yang dipenuhi turis dari berbagai negara. Kuala Lumpur memang tak pernah sepi; setiap sudutnya terasa hidup, penuh warna dan energi. Lampu-lampu kota berkilau, menambah pesona modern yang menakjubkan.
Klik di sini untuk lihat Sepatu Branded, Harga Hemat
Kami pun melintasi Bukit Bintang, pusat perbelanjaan terbesar dan paling populer di kota ini. Deretan mal megah berdiri di kiri dan kanan jalan — Pavilion, Lot 10, Fahrenheit 88 — semuanya tampak ramai oleh wisatawan. Dari kaca mobil, Fatih dan Fitri kompak menunjuk papan iklan besar yang menampilkan sepatu dan jam tangan mewah.
“Mamaa, lihat! Keren banget jamnya,” kata Fatih.
Cut Putri Sarah tersenyum, “Nanti kalau kamu besar dan rajin belajar, siapa tahu bisa beli jam itu sendiri.”
Klik di sini untuk lihat Promo spesial untuk koleksi jam tangan branded pilihan
Kami pun memutuskan berhenti sejenak dan masuk ke salah satu pusat perbelanjaan. Di dalam, Fatih memilih oleh-oleh kecil gantungan kunci berbentuk menara Petronas sementara Fitri memilih boneka kecil berbusana khas Malaysia. Aku hanya tersenyum bangga. Mereka tidak hanya menikmati liburan, tapi juga belajar menghargai budaya dan keindahan tempat baru.
Usai berbelanja, perjalanan kami berlanjut melewati KL Sentral, jantung transportasi kota. Di sana, kereta api ringan (LRT) melintas cepat di atas rel, menembus gedung-gedung tinggi. Fatih terlihat sangat kagum.
“Papa, keren banget ya! Keretanya bisa jalan di atas gedung!” katanya semangat.
Aku mengangguk sambil menjelaskan cara kerja LRT dan betapa canggihnya sistem transportasi di Kuala Lumpur.
Klik di sini untuk lihat Info Traveling, Tips, & Inspirasi Perjalanan
Menjelang sore, kami tiba di Menara KL (Kuala Lumpur Tower). Dari tempat parkir, terlihat pemandangan kota yang begitu indah. Fatih memegang tangan adiknya sambil berkata, “Nanti kalau sudah besar, kita ke atas menara ya, biar bisa lihat semua gedung dari langit.”
Mendengar itu, aku dan Cut Putri Sarah saling berpandangan, hati kami terasa hangat. Anak-anak ini tumbuh dalam cinta dan rasa ingin tahu yang luar biasa.
Malam pun tiba, dan kami menikmati makan malam di kawasan Kampung Baru. Udara malam Kuala Lumpur terasa sejuk. Kami mencicipi nasi lemak, sate ayam, dan teh tarik, menu khas Malaysia yang lezat. Di antara tawa dan cerita, aku menyadari betapa berharganya momen sederhana seperti ini — bersama keluarga, berbagi kebahagiaan tanpa tergesa-gesa.
Selesai makan, kami kembali ke hotel. Dari kaca mobil, pemandangan malam Kuala Lumpur benar-benar menakjubkan. Lampu dari menara kembar berkilauan seperti bintang yang bersinar di tengah kota. Fatih dan Fitri terdiam memandangi keindahan itu, sebelum akhirnya terlelap di pangkuan mamanya.
Aku menatap ke luar jendela, merenung pelan. Waktu berjalan cepat. Muhammad Fatih, jagoan kecilku, kini sudah tumbuh besar bukan hanya secara usia, tapi juga dalam cara berpikir dan hatinya yang penuh kasih. Dan Nurfitriyah, gadis kecil yang ceria, melengkapi kebahagiaan keluarga kami di setiap langkah perjalanan.
Malam itu, aku berbisik dalam hati,
“Terima kasih, Ya Allah, atas keluarga kecil ini. Terima kasih atas setiap langkah perjalanan yang Kau izinkan kami jalani bersama.”
Liburan ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini adalah kenangan keluarga yang akan selalu kami simpan selamanya kisah tentang cinta, kebersamaan, dan keindahan dunia yang dilihat dari kaca mobil di tengah gemerlap kota Kuala Lumpur.
🌍✈️ “Mau Jalan-Jalan atau Umroh? Semua Ada di GetRihlah.com!”
🧳 Visa • ✨ Wisata Seru • 🕋 Umroh & LA Umroh Terpercaya
🎟️ Tiket Pesawat • 📰 Berita Traveling Terkini

