Jika Omongan Bisa Dipegang, Materai Tak Akan Diperjualbelikan
Kalimat ini terdengar sederhana, namun menyimpan pesan kehidupan yang sangat kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, ucapan sering kali dijadikan dasar kepercayaan. Namun sayangnya, tidak semua ucapan di dunia ini benar-benar bisa dipegang. Janji bisa berubah, dan kepercayaan bisa goyah hanya karena satu kalimat yang tidak ditepati.
Inilah mengapa banyak orang memilih untuk mengikat janji atau kesepakatan dengan tanda bukti tertulis seperti materai. Materai menjadi simbol bahwa sebuah kesepakatan perlu bukti kuat, bukan hanya sekadar ucapan.
Namun jika kita berpikir lebih dalam, ungkapan ini sesungguhnya menyentuh sisi moral dan kejujuran. Bayangkan jika semua orang benar-benar menepati janji, jika semua ucapan benar-benar bisa dipercaya… tentu dunia akan terasa lebih sederhana. Tak perlu banyak tanda tangan, tak perlu materai cukup kepercayaan dan tanggung jawab.
Sayangnya, hidup tidak sesempurna itu. Ucapan bisa berubah, janji bisa dilupakan. Karena itu, kita belajar bahwa kejujuran dan tanggung jawab adalah kunci dari kepercayaan. Bukan materai yang membuat sebuah janji kuat, tetapi sikap dan komitmen dari orang yang mengucapkannya.
Pesan ini juga menjadi pengingat untuk kita semua agar berhati-hati dalam berucap. Jangan mengumbar janji jika tidak bisa menepatinya. Sebab kepercayaan bukan sesuatu yang mudah didapat. Sekali rusak, tak akan semudah membeli materai untuk memperbaikinya.
Pada akhirnya, artikel ini mengajarkan satu hal penting: jadilah orang yang omongannya bisa dipegang. Karena kejujuran dan tanggung jawab tidak hanya menciptakan kepercayaan, tapi juga membangun harga diri. Materai bisa dibeli, tapi kepercayaan harus diperjuangkan.

